Mustainah, Daswati PEMBERDAYAAN KELOMOK PENGRAJIN ANEKA OLAHAN BUAH SALAK SEBAGAI PENYANGGA EKONOMI RUMAH TANGGA

Olahan Buah Salak, Mandiri Secara Ekonomi, Keberlanjutan Program IbM

  • Mustainah Daswati Universitas Tadulako Palu

Abstract

Desa Tamarenja salah satu desa penghasil salak di Kabupaten Donggala bahkan ditingkat Provinsi. Masyarakat desa Tamenja pada umumnya hanya menjual salaknya dengan butiran dan hanya sebagian kecil masyarakat mengolah buah salak menjadi manisan salak, kripik salak dan dodol salak secara tradisional. Kelompok home industi yang mengolah buah salak menjadi aneka produk yang bernilai ekonomis. Kelompok home industri pengolah salak ini, merupakan kelompok mita yang diberi nama kelompok Manisan salak (kelompok mitra I) dan kelompok pengrajin Dodol salak (kelompok mitra II) yang beranggotakan 10 orang, masing-masing kelompok 5 orang. Metode pelaksanaan yang akan dikembangkan dalam program ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan yang meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis, pelatihan teknis merupakan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Melalui metode ini akan terjadi transfer pengetahuan, transfer keterampilan dan transfer teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TGG) kepada kelompok mitra Dengan program IbM ini kelompok mitra akan berdaya sehingga mampu mengakses potensi yang dimilikinya menuju masyarakat mandiri secara ekonomi. Sedangkan pendekatan yang dikembangkan adalah pendekatan learning by doing artinya belajar sambil bekerja/berusaha. Oleh karena itu kelompok mitra dapat mengembangan usahanya secara berkelanjutan menuju kemandirian kelompok Untuk keberlanjutan kegiatan program IbM ini maka perlu pendampingan baik pada saat program berjalan maupun paska program IbM. Pendampingan sangat perlu tapi jangan samapai ketergantuangan kelompok terjadai, sehingga kelompok tidak menjadi mandiri, olehnya itu diperlukan strategi pendampingan.

Published
2019-02-03