PELATIHAN KERAJINAN TANGAN IBU-IBU RUMAH TANGGA PERUMAHAN KELAPA GADING KARANJALEMBAH KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH

  • Nurjanah Nurjanah Universitas Muhammadiyah
  • Rosnawati Rosnawati Universitas Muhammadiyah
Keywords: Pemberdayaan, Industri, Kerajinan Tangan

Abstract

Misi industry kerajinan tangan dari bahan talikur yang diproduksi oleh ibu-ibu BTN Kelapa Gading Karanjalemba Desa Kalukubula Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, adalah merupakan program keberdayaan khalayak sasaran di kompleks BTN menjadi sentra kerajinan tangan dan sentra industry kecil melalui pengembangan berbagai jenis produk dari bahan tali kur, seperti tas sekolah, tas pesta dan dompet. Jenis produk tersebut menjadi produk unggulan yang diharapkan memiliki pangsa pasar yang lebih baik serta meningkatkan penghasilan ibu-ibu BTN dan kesejahteraan social ekonomi keluarganya.
Hasil yang diperoleh dari industry kerajinan tangan ini merupakan upaya pengalihan waktu luang bagi ibu-ibu rumah tangga setelah menjalankan tugas-tugas kerumahtanggaan, karena keberdayaan keterampilan yang selama ini terabaikan, dalam memanfaatkan peluang yang bermakna, terutama malam hari mereka ramai-ramai berkumpul bergosip sesama tetangga yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik antar tetangga. Masalah yang menjadi focus kegiatan ini adalah bagaimana memberdayakan ibu-ibu rumah tangga BTN dalam meningkatkan keterampilan mereka yang dapat menghasilkan produk unggulan yang terbuat dari bahan tali kur. Metode yang digunakan agar kegiatan keindustrian kerajinan tangan dapat berjalan dengan baik, yakni pendekatan partisipatory assessment planning (PAP) lebih efektif, efisein dan berdayaguna.
Selanjutnya kelompok yang beranggotakan 10 orang, dibagi menjadi 2 (dua) kelompok sesuai pendidikan dan kemampuan mereka dalam menerima dan bimbingan pelatihnya, yaitu kelompok yang kurang terampil dan kelompok yang terampil. Hasilnya kelompok terampil lebih cerdas, cepat dan tepat menemukan kisi-kisi memulai proses pembuatan simpul, mengaitkan simpul, dan meramunya sampai selesai menjadi satu produk dengan desain sesuai keinginan mitra kerja.Sedangkan kelompok yang kurang terampil memerlukan latihan dan pendampingan hingga mereka mampu sejajar dengan kelompok yang terampil.

Published
2019-08-04
Section
Articles