Guasmin, Mohamad Andri PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGRAJIN PEMBUAT ARANG DAN BRIKET TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK TANAH

Limbah olahan kelapa, Arang tempurung, Briket tempurung dan sabut

  • Guasmin Mohamad Andri Universitas Muhammadiyah Palu

Abstract

Program PKM ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada pelibatan masyarakat atau peran serta masyarakat baik individu, kelompok maupun komunitas. Konsep pemberdayaan masyarakat yaitu upaya untuk membangun daya itu dengan mendorong motivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berusaha untuk mengembangkannya. Dengan pemberdayaan masyarakat maka masyarakat berdaya melalui dorongan atau motivasi untuk membangkitkan kesadaran terhadap pengembangan potensi sumber daya yang dimiliki.
Seiring dengan uraian di atas maka sasaran binaan program ini adalah kelompok masyarakat pengolah minyak dan pembuatan arang secara tradisional yang ada di desa Sipeso. Kelompok tersebut akan diberdayakan melalui kelompok yang diberi nama kelompok kreatif I dan kelompok II dalam pembuat arang briket kelapa (tempurung dan sabut) dengan jumlah anggota 20 orang. Kelompok tersebut dinamakan kelompok mitra kreatif, kareana kelompok ini mengolah limbah olahan kelapa berupa tempurung dan sabuk menjadi arang briket yang bernilai ekonomis (arang yang berkualitas. briket tempurung kelapa dan briket sabuk kelapa. Pembuatan arang dan briket ini, merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi langkahnya minyak tanah di desa Sipeso. Selain itu merupakan untuk mengatasi sanitasi lingkungan yang diakibatkan limbah olahan kelapa berupa sabut kelapa dan tempurung kelapa.
Metode yang dikembangkan dalam program PKM ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan yaitu pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis merupakan pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG). Melalui metode ini terjadi transper pengetahuan, transper keterampilan dan transper teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TGG) kepada kelompok mitra kreatif 1 dan kelompok kreatif 2. Dengan program PKM ini kelompok mitra akan berdaya sehingga mampu mengakses potensi yang dimilikinya Sedangkan pendekatan yang dikembangkan adalah pendekatan learning by doing artinya belajar sambil bekerja/berusaha. Oleh karena itu kelompok mitra dapat berkembang dan kerkelanjutan menuju kemandirian kelompok.
Program PKM ini, sasaran akhinya terbentuknya kelompok wirausaha arang yang berkualitas dan usaha briket dari limbah olahan kelapa yang mandiri. Melalui kelompok usaha dapat meningkatkan pendapatan masayarakat dan dapat membuka lapangan kerja di desa Sipeso

Published
2019-02-05