Herlina Yusuf, Abdul Rahman KELOMPOK PENGRAJIN MINYAK KELAPA TANPA KOLESTROL

Minyak Kelapa, Produk Secara Cepat dan Tahan Simpan, Kelompok Mitra Yang Mandiri Secara Ekomomi

  • admin admin

Abstract

Program IbM merupakan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui kelompok pengrajin pembuat minyak kelapa. Program IbM ini sasarannya adalah untuk membangkitkan wirausaha melalui kelompok home industri pembuatan minyak kelapa. Program IbM ini akan dilaksanakan di Desa Tamarenja Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala yang memiliki potensi kelapa yang cukup banyak. Oleh kareana itu masyarakat banyak yang berusaha melalui pembuatan minyak yang secara tradidional. Kelompok pengrajin minyak kelapa ini merupakan kelompok mita yang diberi nama kelompok pengrajin siamasei dan kelompok pengrajin sipakarennu yang beranggotakan 12 orang. Kegiatan yang akan dikembangkan dalam program IbM ini adalah pembuatan minyak kelapa dengan metode penggunaan cuka. Metode ini dapat mempercepat dalam proses pembuatan minyak kelapa dan tahan simpan. Oleh karena itu metode ini merupakan solusi untuk mengatasi masalah dalam pembuatan minyak kelapa oleh kelompok mitra. Dengan demikian maka metode ini dapat meningkatkan produksi dan dapat pula meningkatkan daya simpan yang lama yaitu 1 tahun. Metode pelaksanaan yang akan dikembangkan dalam program ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis merupakan pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG). Melalui metode ini akan terjadi transper pengetahuan, transper keterampilan dan transper teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TGG) kepada kelompok mitra Dengan program IbM ini kelompok mitra akan berdaya sehingga mampu mengakses potensi yang dimilikinya Sedangkan pendekatan yang dikembangkan adalah pendekatan learning by doing artinya belajar sambil bekerja/berusaha. Oleh karena itu kelompok mitra dapat mengembangan usahanya secara kerkelanjutan menuju kemandirian kelompok. Untuk keberlanjutan kegiatan program IbM ini maka perlu pendampingan baik pada saat program maupun paska program IbM. Pendampingan sangat perlu tapi jangan samapai ketergantuangan, olehnya itu perlu strategi pendampingan.

Published
2018-08-17